Thursday, February 10, 2011

menu morning & afternoon

Dulu saya pikir cinta bentuknya ya gambar lope-lope gitu alias gambar hati bertebaran di mana-mana. Sekarang saya tau cinta bentuk bisa apa aja, salah satunya yang bisa dimakan:)
Setelah terkapar 2 hari ngga masuk kerja, saya disubsidi banyak makanan dan menu favorit saya kemaren adalah roti tawar, teh tarikk, french fries dan ice cream caramel.
Tak mewah tapi ada pada saat yang tepat, jadinya istimewa, that's love :)

Hati memang sangat mampu mengantar cinta yang sederhana dalam
wujud apapun..


Jadi semangat, jadi cepat sembuh :)



morning
afternoon



Saturday, February 5, 2011

penonton autis

Rabu lalu saya nonton Maliq D'essential di Surabaya Town Square. Hujan menyambut Imlek tak menghalangi para anak gaul Surabaya berbondong-bondong memenuhi mall semi outdoor itu. Hampir semua cafe penuh (apalagi yang deket stage) menanti Maliq D'essential tampil dan berharap hujan berhenti.

Kenyataannya Maliq memang tampil tapi hujan tetap tak mau berhenti. Well, tanggung, sudah sampai, toh hanya gerimis ini, sambil membawa cappucino cherry dan sekotak donat mendekati stage, let's enjoy the nite with soul songs..Tapi selang beberapa lama sepertinya adem ayem aja yang rame cuma penonton depan dengan radius 1 meter dari stage..rasanya ada yang janggal tertangkap dari sudut-sudut mata saya..ternyata...ealaaaah...ngga sampai 1 meter di samping dan depan saya beberapa penonton sibuk dengan gadgetnya masing-masing..mungkin lagi update status..mungkin juga lagi chat..entahlah..

Saya masih ingat nonton Soundrenaline dan Java Jazz Festival pertama kali digelar di Surabaya dan Jakarta beberapa tahun silam. Ribuan penonton yang beragam bisa satu hati menikmati acara yang disuguhkan. Mereka datang untuk musik. Seperti Festival Woodstok , New York, mereka sampai menggelar tenda untuk menonton pagelaran musik besar tersebut.


Java Jazz Festival

Woodstock festival

Jaman telah berubah, teknologi sangat banyak membantu, tapi bisa juga menguasai manusia. Membuat lupa akan rasa…

Buat saya Maliq sangat layak ditonton malam itu…rasa CINTA mampu mengusir dinginnya cuaca.
Penonton yang ‘kocar-kacir’ itu saya tinggalkan, kembali duduk di sofa, meyeruput cappuccino, menyaksikan mereka yang sibuk dengan dunia nya sendiri-sendiri…