Friday, December 10, 2010

capek ngga ngapa2in..

Baru kali ini saya merasakan, ngga ngapa-ngapain malah capek.mending ngapa-ngapain walau itu mengerjakan aktifitas yang membosankan sekalipun. Kantor tempat saya bekerja, Digital Music University, sedang dalam proses pindah ke gedung baru. Angkut-angkut barang sudah kelar, tinggal menatanya ditempat baru, tapi ternyata tak semulus dugaan. Proses finishing kantor tak kunjung selesai, ya pengecatan, instalasi listrik, pengerjaan interior semua molor, walhasil barang-barang kantor tidak bisa dikeluarkan dari kardus-kardus terlebih dahulu karena tempat belum ready dan jelas banyak debu.
Sudah 3 hari ini cuma datang ke kantor menunggu perkembangan dari jam ke jam..ya duduk klesotan di depan pintu kantor karena pintu kantor kadang dibawa pak tukang, nongkrong di warung kopi yang letaknya kurang lebih 100 m dari kantor, makan mie ayam di gerbang luar, bolak balik cari camilan di mini market terdekat, mau browsing, baca-baca juga ngga nyaman, ac yang belum terpasang bikin kita kepanasan dan akhirnya menyerah dan memilih nganggur dan akhirnya...boriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing.....saya stress ngga ngapa-ngapaiiiiiiin...rasanya sesaaaaaaaaaaak...@@%$%!!!!!





Thursday, October 14, 2010

sayap cinta


When you love someone, you open yourself up to suffering.
That's the sad truth.
Maybe they'll break your heart,
maybe you'll break their heart and
never be able to look at yourself in the same way.
Those are the risks.
The thought of losing so much control over personal happiness is unbearable.
That's the burden.
Like wings, they have weight, we feel that weight on our backs,
but they are a burden that lifts us.
Burdens which allow us to fly.


Bones.
(The end in the beginning episode)


jika kamu mencintai seseorang, kamu harus siap menderita
itu sebuah kebenaran yang menyedihkan
mungkin dia akan menyakitimu atau kamu akan menyakiti hatinya
dan melihat dirimu dari cara yang berbeda
itu adalah resikonya.
kehilangan kebahagiaan diri sendiri tidak bisa tertahankan
itu adalah sebuah beban

seperti sayap, yang kita rasakan bobotnya dipunggung kita
tapi beban itu mampu membawa kita terbang...


terbang ke tempat yang lebih tinggi
melihat banyak hal yang membuatmu mengerti.


"cinta dan deritanya akan membuat kita lebih dewasa"

Wednesday, October 13, 2010

ruang jiwa

Semalam saya diundang di acara reuni kecil SMA di salah satu hotel di Surabaya. Semua yang hadir wanita dan sudah menikah, pernah menikah, dan akan menikah lagi..Semua menceritakan tentang rumah tangga mereka..ya suami ya anak. Happy for them. Saya cuma bercerita kesibukan saya sebagai lajang..happy for me. Semua ada plus minusnya, baik yang sudah berkeluarga atau masih lajang. Yang penting buat saya, kita bisa menikmati kehidupan yang sudah kita pilih.

Acara cukup seru, walau hanya duduk-duduk ngobrol, banyak cerita yang ingin dibagi setelah sekian tahun tak bertemu. Hari semakin beranjak malam, dan salah satu masalah dari orang yang berkeluarga terlihat di sini.... Rani, teman kami ingin pulang cepat karena merasa tidak nyaman meninggalkan 2 anaknya di rumah, yang satu berumur 5 tahun yang satunya lagi 9 tahun, dia juga takut suaminya marah. Rani, dia bukan wanita yang bisa hang out setiap saat, dia punya pola hidup, pagi sampai sore bekerja dikantor, pulang kerja dia harus mengurus keluarganya dan ketika hari itu keluar dari polanya... dia gelisah. Sebagian teman memaksanya tinggal lebih lama karena sudah lama tidak bertemu, ada lagi yang mencoba menawarkan untuk menelpon suaminya untuk meminta ijin agar Rani bisa pulang sedikit terlambat malam ini, dan saya memilih banyak berdiam diri menyaksikan keributan kecil ini. Saya cuma bisa bilang ke Rani, mungkin ada saatnya kamu memikirkan dirimu sendiri..mungkin malam ini milik kamu..pikirkan dulu..dan ternyata omongan saya itu ditepis oleh Nelly, teman saya yang lain. Katanya saya ngga bisa ngomong gitu ke Rani karena saya belum pengalaman berkeluarga, katanya berkeluarga itu harus ada toleransi, harus minta ijin suami Rani dulu, harus mikir ini itu, dan masih banyak lagi.

Akhirnya saya kembali memilih diam dan menyaksikan mereka menyelesaikan masalah kecil ini dengan cara mereka yang sudah berpengalaman berumahtangga.
Yang jelas sila ke 4 butir ke 2 'Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain' dari Pancasila sudah tidak berlaku disini :)

Tiap individu dilahirkan bebas, karena kita adalah jiwa bebas, walaupun kita sudah terikat dengan kehidupan manusia, kebebasan itu tetap ada, memang dibatasi dengan tali-tali norma agar kita tetap berada pada jalur yang benar, tapi jangan sampai kehilangan kebahagiaan sejati walau berada dalam lingkaran itu..dan itu hanya bisa dirasakan dari hati dan disikapi dengan rendah hati.


Berpasangan engkau telah diciptakan
dan selamanya engkau akan berpasangan
Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu
Tempat angin surga menari-nari diantaramu

- Kahlil Gibran -


Monday, October 11, 2010

flash mob

Ribuan orang menari bersama dalam Mizone Flashmob di Bundaran HI. (Foto: dok Mizone)


Beberapa waktu yang lalu saya membaca tweet Raditya Dika tentang flash mob yang katanya cukup oke, denger-denger di Jakarta juga mo diadain besar-besaran untuk pertama kalinya. Apa sih sebenarnya flash mob itu? Sejenis software, ponsel, kamera, lampu, kartu telpon, semacam april mop atau temennya flash gordon??? Google akhirnya berjasa menjawab penasaran saya yang sudah stadium 4 (segitunya ya..ck..ck..).

Ternyata Flash mob adalah sekumpulan besar orang asing yang mengadakan suatu kegiatan singkat (biasanya performing art seperti dance, freeze atau menyanyi bareng) secara tiba-tiba di suatu area umum dan bubar juga secara tiba-tiba, seolah-olah tidak terjadi apa-apa,
kembali melanjutkan aktivitas masing-masing sebelumnya.



Flash mob biasanya digunakan untuk mendukung sebuah bentuk ekspresi, promo sebuah produk, kampanye dan masih banyak lagi. Diorganisir dengan
menggunakan media komunikasi digital (blog, social networking atau email). Flash mob pertama kali dilakukan di Manhattan, tepatnya di department store terkenal, Macy’s, Manhattan, New York, Amerika Serikat pada bulan Juni 2003. Diprakarsai oleh Bill Wasik yang mengajak 100 orang untuk berpura-pura membeli karpet beramai-ramai sehingga membuat si penjual bingung . Beberapa flash mob yang terkenal antara dilakukan di stasiun kereta bawah tanah Liverpool London tahun 2006. Ratusan clubbers berkumpul sambil membawa iPods mereka masing-masing, trus melakukan gerakan disko, ada juga yang menari bersama-sama untuk promo T-mobile.



Flash mob sudah banyak dilakukan di Manhattan, Boston, Chicago, London, Shanghai, Sydney, juga di Singapore. Banyak yang menggunakan gaya Michael Jackson dan Beyonce. Yang paling saya suka adalah flash mob waktu acaranya Oprah dan konser Black Eyed Peas di Chicago, tiba-tiba 20.000 orang penari tiba-tiba menari bersamaan pada saat lagu “I Got A Feeling” dinyanyikan.
Baru-baru ini ada flash mob juga di Jakarta, tepatnya tanggal 10 Oktober 2010 kemarin sekitar 1.000 orang tiba-tiba menari di bundaran HI dengan lagu “Love Today” yang dipopulerkan Mika.

Acara ini seru sekali, karena kita belajar menari dirumah dari dvd tutorial yang tersedia di web, blog atau dikirim lewat email dan kita mempraktekkannya bersama-sama dengan orang yang belum kita kenal di suatu area umum. Membantu menguji kedisiplinan, rasa percaya diri dan rasa kebersamaan bukan?:) Rasanya tidak sabar untuk menunggu hadirnya lebih banyak flash mob di Indonesia, next flash mob adalah Bandung, hmmm...Surabaya kapan yaaa...jadi pengin ikutan :D
. Berminat ?siapa tahu kita bisa ngedance bareng :) klik aja http://flashmobindonesia.com/


Saturday, October 2, 2010

zero to zero

Mengamati suasana salah satu kamar di rumah sakit, tempat mami beristirahat untuk beberapa hari karena sudah terlalu lelah dengan radang paru-paru dan hipertensinya. Infus dan selang oksigen sudah dilepas tadi pagi, makanpun sudah bisa disuapin langsung, obat sudah diminum, diaper juga sudah diganti, temperatur AC tidak terlalu dingin, selimut sudah dipakai..kondisi sudah nyaman...dan mamipun bisa tidur pulas..sleep like a baby:)



Saya jadi ingat film fenomenal The Curious Case of Benjamin Button. Film ini menceritakan hidup Benjamin yang semakin lama semakin muda, tidak mengalami proses penuaan seperti manusia normal. Antara kehidupan nyata dan film hanya berbeda pada perubahan fisik saja, intinya tetap sama...Umur semakin bertambah tapi kita akan kembali seperti bayi, seperti kita pertama kali dilahirkan...from zero to zero. Kondisi yang paling sulit mungkin adalah di saat kita harus menghadapi dan menerima zero yang kedua..yaitu masa tua. Tak mudah buat kita menghadapi kenyataan bahwa kita sudah tak mampu lagi bergerak dan berpikir seperti masa kita muda. Rambut memutih, fisik semakin lemah..sebenarnya tak mengapa asal kita bahagia, umur boleh tua tapi jiwa tetap muda.
But anyway...You have to be prepared when you lose something. Dan mami sedang berjuang untuk itu..juga saya dan semua orang. Mungkin ada baiknya kita belajar untuk merelakan sesuatu sedini mungkin..

Thursday, September 30, 2010

remaja lebay

Ini cerita tentang 3 anak sekolah menengah atas yang menghabiskan waktu berdiskusi memikirkan hadiah ulang tahun yang tepat untuk teman mereka, 2 bulan berlalu mereka belum juga mendapatkan hadiah yang pas. Selidik punya selidik mereka bingung karena teman yang ultah ini suka sekali dengan barang-barang bermerk (brand minded), pikirnya untuk menyenangkan hati si teman mereka juga harus memberi kado bermerk, dan tentunya harganya mahal..mungkin itu yang bikin acara penyerahan kado ini sampe molor berbulan-bulan:)
Sebenarnya kalau dipikir-pikir, bukannya yang ulang tahun seharusnya tidak memaksa untuk dikasih kado apalagi menentukan kado yang diinginkan apalagi kalau sampai menyusahkan si pemberi kado..atau si pemberi kado tidak perlu memusingkan yang ultah kecewa gara-gara kadonya tidak bermerk? Yang penting buat saya kadonya cukup sopan dan tidak membahayakan :D


Kata-kata 'be yourself ' itu memang simpel tapi tidak mudah, jika kamu percaya dan menjadi dirimu sendiri, kamu tak akan bingung mengambil sebuah keputusan. Apalagi masalah kado ulang tahun. Hey, tapi begitulah remaja.., masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, masa ingin dianggap dewasa tapi belum bisa bersikap dewasa, masa melewati banyak kebingungan dan mencari jawabannya dari lingkungan, salah satu rangkaian dari proses mencari jati diri, menjadi diri sendiri.

Mungkin kalau dilihat dari kacamata saya sekarang yang usianya sudah 2 kali lipat dari mereka, kebingungan mereka tentang kado ultah itu terlalu lebay, tapi saya harus menghargai perasaan dan jalan pikiran mereka, biarkan mereka dewasa melalui jalan masing-masing, semoga mereka bisa belajar banyak dari itu..and u know what...saya dulu juga selebay mereka..mungkin malah lebih lebay:D, tapi kita tidak akan bisa menjadi lebih baik kalau belum menjalani dan belajar dari sebuah kesalahan.

I love teenage world :)



Thursday, September 23, 2010

foto box = kotak ajaib

Foto box atau kotak foto. Saya sangat terkagum-kagum waktu melihatnya di TV semasa kecil, saya bilang kotak itu kotak ajaib, kita masuk, pintu ditutup, berpose bebas trus menunggu beberapa menit dan foto kita langsung tercetak keluar. Membuat saya ingin memilikinya dan menaruhnya di rumah, haha lucu aja kali ya bisa foto tiap hari dengan siapa saja. Dengan orang tua, kakak, tetangga, teman, boneka kesayangan atau kucing-kucingku tercinta.
Suatu imajinasi yang sederhana :)

Waktu mencobanya pertama kali semasa kuliah kurang lebih 15 tahun yang lalu di salah satu mall di Surabaya, saya masih saja excited dengan keberadaan kotak foto ini. Tapi sudah tak ingin menaruh kotak itu dirumah, karena dengan kemampuan menganalisa memakai ilmu ekonomi yang baru saya dapatkan di kampus, kotak foto ini cukup mahal.belum harga kamera..belum kertas fotonya..belum alat cetaknya..belum tau juga mo taruh dimana..diteras? diruang keluarga? disebelah kulkas (karena bentuknya sama2 kotak trus kenapa juga ya?) atau dimana? whewww ribet..no way way..cukup bayar dan foto di mall aja..:D. Akhirnya foto box kadang jadi menu tambahan ketika saya dan teman-teman JJM (Jalan-jalan di Mall).

Sebulan yang lalu, setelah 10 tahun tak menyentuh foto box karena sudah marak dan murahnya digital camera, saya diajak lagi oleh sekawanan anak gaul SMA Surabaya (menurut mereka sih :D) dan seekor harimau kecil bernama jumbo untuk berfoto box ramai-ramai. Rasanya tetap menyenangkan dan buat saya foto box tetap sebuah kotak ajaib walau pikiran saya sudah tak sesederhana seperti waktu kecil lagi..walau saya sudah sering mencobanya berkali-kali dan melewati banyak masa.


Tapi kali ini saya sudah tak menilai dari mekanismenya lagi, rasa ajaib itu datang ketika kita ada didalamnya, berpose tanpa harus didikte, berekspresi bebas menjadi diri sendiri, berisik tanpa harus didiamkan, mengatur diri sendiri walau hanya dari skala kecil, kebebasan kilat yang terjadi dalam hitungan menit dan dicetak dalam ukuran mini juga, tapi mampu dikenang dalam album foto dalam waktu lama dan tak terbatas jika disimpan dalam hati....hanya dari satu moment kecil di kotak yang kecil..kotak ajaib :)


Tuesday, July 20, 2010

smile

Hoooaeeem good morniiiiiiiiiiiiing...
hu..huu...baruuuu banguuun.. kriyep-kriyep..minum air putih nyalain tv..langsung sarapan infotainment yang ceritanya artis lagi berantem ma temannya, waaa ngga penting..., mencoba ganti channel beritanya seorang majikan yang suka menyiksa pembantu rumah tangganya sendiri..., wiih sadisnyaaaa....ya dipecat aja to kalau dah ngga cocok dari awal.

Sampai kantor ada temen yang curhat sudah 3 hari marahan ma pacarnya gara-gara pacarnya sering bolos kuliah, ck..ck...segitunya..katanya cintaaaa,..la kok mau lo pacaran ma dia....

Baru aja buka facebook... baca status ada bos yang marah-marah ma karyawannya..ada juga yang kesel karena pesawatnya delay, wheww..bener-bener news feed yang kelabu..., lagi makan siang sambil nonton tv beritanya artis berantem lagi, isinya kurang lebih sama dengan infotainment yang tadi pagi..waah lebay....

Hidup memang tidak selalu indah, kalau kita sudah tahu itu kenapa juga harus menghabiskan waktu dan energi untuk marah.., kalau kita penginnya yang indah terus ya hidup aja di surga, tinggal pilih surga yang seperti apa. Ada surga yang indahnya di awal-awal tapi setelah itu tinggal susahnya aja, ada juga surga yang susahnya di awal-awal sisanya yang indah-indah. Toh sama aja tetep aja harus ngrasain susah. Ya sudahlah..dilewati aja. La piye maneh.




Marah tak mengapa jika itu memang pantas..tak perlulah jika itu tak jelas..kadang banyak juga yang mengumbarnya di situs pertemanan, trus apa yang kita dapatkan selain rasa puas..sebuah penyelesaiankah atau menambah rasa gundah... marah tak akan membuat kita terlihat lebih baik atas merasa lebih baik.. u don't win anything.

Menikmati Episode "Glee" siang ini di Starworld dengan ending soundtrack 'Smile' cukuplah menghibur juga menggambarkan hal yang sama dengan apa yang saya pikirkan diatas..., segala sesuatu kadang tidak berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan atau inginkan, kecewa pasti, marah bisa jadi... .tapi percaya aja itu yang terbaik dan semua akan kembali baik..jika kita mau dan yakin akan hal itu...mungkin kita lebih baik tersenyum menikmati hidup yang so unpredictable ini..mungkin susah kalau tak terbiasa, mungkin takut karena dipikir gila, tapi dilihat dari sisi bentuk wajah toh lebih indah tersenyum daripada marah...memulai dari hal yang kecil..tapi membawa dampak yang menyenangkan..ngga ada salahnya untuk dicoba.

Life is like a mirror, we get the best results when we smile at it.

Smile by Michael Jackson

Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...

If you smile with your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile if you'll just...
Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you'll just...

Smile, though your heart is aching
Smile, even though it's breaking
When there are clouds in the sky
You'll get by...

If you smile
Through your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll find that life is still worthwhile
If you'll just Smile...

That's the time you must keep on trying
Smile, what's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you'll just Smile