Sunday, September 23, 2012

behind the absurd

Semalam saya baru saja nonton TED, film komedi dewasa ini bercerita tentang John Bennet yang bersahabat dengan boneka beruang bernama TED dari sejak dia kecil hingga dewasa. TED bukan boneka beruang biasa, dia bisa bergerak dan berbicara seperti layaknya manusia. Itu terjadi sejak John berumur 8 tahun, harapannya agar TED bisa hidup terkabul, keajaiban natal benar-benar terjadi. Dan kehidupan John pun lebih berwarna karena dia memiliki sahabat walau hanya seekor boneka beruang, walau kehidupan kanak-kanaknya masih terbawa hingga dewasa, walau itu menimbulkan pertengkaran dengan orang terdekatnya.


Saya tidak ingin mengulas lebih banyak tentang alur cerita TED, hanya mencoba belajar mengambil makna dari film ini. TED memang terkesan konyol tapi kalau dipikir ada benarnya juga dengan real life. Setiap orang pasti memerlukan teman untuk berbagi, entah  itu cerita, sebatang coklat, secangkir kopi hingga sebuah pelukan. Wujudnya bisa bermacam-macam bisa seseorang, sebuah boneka, diary manual atau elektronik, mobil dan masih banyak lagi. Saya tidak pernah heran dengan bila seseorang punya sisi berbagi dengan itu semua asal sesuai dengan porsinya, asal bisa termotivasi secara postitif. Sah-sah saja seorang anak kecil punya teman bermain boneka asal dia masih giat belajar, sah-sah aja seorang dewasa memiliki sebuah boneka asal  dia menjalani kehidupan dewasanya secara baik dan normal. Toh berbagi perasaan itu bebas adanya, lebih bagus lagi bisa dibuat sebuah karya positif walau medianya hanya sebuah mainan. Siapa tak kenal Kak Seto dengan Si Komo dan Ria Enes dengan Si Susan, semua bermain dengan boneka. Cukup menghibur dan mendidik terutama bagi anak-anak.


Selalu ada sisi positif dari semua hal di dunia ini. Walaupun terkadang terlihat konyol. Tapi banyak orang yang tidak bisa menerima hal ini. Contohnya si  Putri, 19 tahun, dia punya boneka harimau lucu berbau parfum Bulgari, bertopi dan bersepatu coklat, bernama Jumbo. Jumbo adalah teman buat putri khususnya teman untuk berbagi sebelum tidur, berbagi cerita, pelukan dan bahkan doa. Hanya sebatas itu saja peran Jumbo, tapi dianggap sebuah kekonyolan, menimbulkan kecemburuan dan tentu saja pertengkaran dari orang-orang terdekat. Suatu hari Jumbo hilang dari tempatnya dan tak ada seorangpun yang mengaku. Hati Putri pun tergores sangat dalam. Mungkin Jumbo hanya sebuah boneka tapi bisa membuat hatinya sedikit tenang di saat banyak yang tak peduli. Tapi tak semua orang tau dan tidak mau tau. Karena Jumbo adalah sebuah hal yang absurd bagi mereka.


Kembali ke fillm TED, saya rasa film itu dibuat berdasarkan gambaran-gambaran yang terjadi di dunia nyata. Semua orang ingin didengar dengan banyak cara, semua orang pasti punya sisi kanak-kanak yang bisa menolongnya menggunakan hati dan jiwanya di saat dia berkembang  menjadi manusia dewasa yang kadang hanya terpengaruh oleh pikirannya terus menerus. Selalu ada sisi positif dibalik apapun bahkan sebuah kekonyolan dan kekanak-kanakan sekalipun.

Tuesday, September 11, 2012

Sherwood

Namanya Sherwood. Salah satu penghuni kelas TK A di sekolah 3 bahasa. Sherwood ranselnya berwarna hijau muda terang campur kuning, kombinasi warna kesukaanku. Matanya kecil sipit ujungnya sedikit naik. Dia suka tertawa terkekeh-kekeh sampai matanya yang sipit itu menghilang. Sherwood sulit sekali ditebak. Hari ini dia bisa saja datang ke sekolah dengan berlari kecil penuh semangat menuju kelasnya. Hari esok dia bisa saja datang terkantuk-kantuk dan mengacau seluruh isi kelasnya. Mengacau? yah begitulah pikir beberapa orang, entah orang kecil entah orang besar. Sherwood suka sekali menggambar dan menata mainan, walau hari itu pelajaran menulis. Sherwood gemar bersembunyi di bawah meja, walau saat itu bukan pelajaran petak umpet. Sherwood terkadang mengubah jam makan di siang hari  menjadi jam pertama hanya karena dia merasa lapar. Kalau sudah begitu laoshi akan mengajaknya berkeliling sekolah sekedar menyenangkan atau menenangkan hatinya..entahlah..

 

Sherwood punya prinsip 'lu jual, gue beli'..artinya siapapun yang berani memulai mengganggu tepatnya memukulnya..dia pasti melakukan hal yang sama. Prinsip si Sherwood ini mengundang banyak kekhawatiran terutama yang menjadi korban. Akhirnya kekhawatiran itu berubah menjadi kegalauan massa yang mengarah kepada Sherwood. Suatu hari laoshi menemukan Sherwood bersembunyi di bawah mejanya, menangis ketakutan dan dengan berbekas cengkeraman merah di lehernya. Nobody knows who did it. Nobody knows what's going on. Yang sayang sama Sherwood pasti menangis, yang tidak tentu saja menghakimi. Akhirnya Sherwood harus pindah sekolah, demi kebaikan semua pihak. Entah apa benar begitu. Aku tidak mengerti cara mengajar, ilmu psikologi anak, penyakit autis, undang-undang kekerasan, peraturan sekolah dan sebagainya. Yang aku tahu Sherwood dan milyaran anak di dunia ini berhak mendapatkan cinta sejak mereka hadir di rahim ibunya. Selalu ada sebab akibat dari semua ini, tak semua orang tahu, termasuk orang tua, laoshi, dan masih banyak lagi. Sherwood hanya menjalani tugasnya sebagai anak kecil, hatinya siapa yang tahu atau peduli.. Goodbye Sherwood. Nice to know you my dear..time will tell everything.. Aku ngga akan bisa melihat kamu berlari-lari di koridor sekolah lagi.. Tapi tak ada yang kusesali dari pertemanan kita..karena aku selalu membisikkan 'I love u' di setiap perjumpaan kita.. See u again my liitle boyfriend..


Saturday, September 8, 2012

pantai dan laut

Seluas-luasnya laut dia tak pernah lepas dari pantai
mereka akan selalu bersahabat, berdampingan, bergandengan, bentuk sebuah keseimbangan.
Matahari, bulan dan bintang menerangi mereka dengan kehangatan sinarnya, memendarkan cahaya yang melukiskan siluet-siluet camar berbaris, pohon kelapa, awan, ombak, layangan anak pantai, bahkan pasangan kekasih yang bercengkrama di balik istana pasir mereka.
Kemarin aku bermain menyambut datangnya ombak pagi yang dihantar oleh sunrise.
Hari ini aku termenung di pantai, sesekali mengukir pasir dengan kata cinta berhias sunset.
Batu-batu kecil yang kulempar sekuat tenaga ke deburan ombak memang tak akan mampu membelah laut...hanya sebuah colekan bahwa aku ada, aku mengerti tapi kadang lupa untuk peduli dan berusaha untuk selalu kembali.
Aku hanya ingin Kau tahu dan aku tahu Kau tahu jika aku menikmati seluruh cintaMU, dengan tawa dan air mata, kelemahan dan kekuatan, aku berjuang untuk sebuah keseimbangan...
menyelam ke dasar jiwa dan berenang tenang di pikiran...
menjaga keutuhan dua dunia..
layaknya pantai dan laut...   


AKU ADA (dewi lestari)

Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku
Selain hatiku dan ombak berderu
Di pantai ini kau selalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat ku tiba
Suaraku memanggilmu
Akulah lautan kemana kau selalu pulang
Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga
Sinari langkahku
Ku terus berjalan
Ku terus melangkah
Kuingin ku tahu engkau ada
Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku andai engkau tahu
Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa
Pasir yang kau pijak pergi
Akulah lautan memeluk pantaimu erat
Jingga di bahumu
Malam di depanmu
Dan bulan siaga
Sinari langkahmu
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Ku tahu kau tahu aku ada