Wednesday, October 13, 2010

ruang jiwa

Semalam saya diundang di acara reuni kecil SMA di salah satu hotel di Surabaya. Semua yang hadir wanita dan sudah menikah, pernah menikah, dan akan menikah lagi..Semua menceritakan tentang rumah tangga mereka..ya suami ya anak. Happy for them. Saya cuma bercerita kesibukan saya sebagai lajang..happy for me. Semua ada plus minusnya, baik yang sudah berkeluarga atau masih lajang. Yang penting buat saya, kita bisa menikmati kehidupan yang sudah kita pilih.

Acara cukup seru, walau hanya duduk-duduk ngobrol, banyak cerita yang ingin dibagi setelah sekian tahun tak bertemu. Hari semakin beranjak malam, dan salah satu masalah dari orang yang berkeluarga terlihat di sini.... Rani, teman kami ingin pulang cepat karena merasa tidak nyaman meninggalkan 2 anaknya di rumah, yang satu berumur 5 tahun yang satunya lagi 9 tahun, dia juga takut suaminya marah. Rani, dia bukan wanita yang bisa hang out setiap saat, dia punya pola hidup, pagi sampai sore bekerja dikantor, pulang kerja dia harus mengurus keluarganya dan ketika hari itu keluar dari polanya... dia gelisah. Sebagian teman memaksanya tinggal lebih lama karena sudah lama tidak bertemu, ada lagi yang mencoba menawarkan untuk menelpon suaminya untuk meminta ijin agar Rani bisa pulang sedikit terlambat malam ini, dan saya memilih banyak berdiam diri menyaksikan keributan kecil ini. Saya cuma bisa bilang ke Rani, mungkin ada saatnya kamu memikirkan dirimu sendiri..mungkin malam ini milik kamu..pikirkan dulu..dan ternyata omongan saya itu ditepis oleh Nelly, teman saya yang lain. Katanya saya ngga bisa ngomong gitu ke Rani karena saya belum pengalaman berkeluarga, katanya berkeluarga itu harus ada toleransi, harus minta ijin suami Rani dulu, harus mikir ini itu, dan masih banyak lagi.

Akhirnya saya kembali memilih diam dan menyaksikan mereka menyelesaikan masalah kecil ini dengan cara mereka yang sudah berpengalaman berumahtangga.
Yang jelas sila ke 4 butir ke 2 'Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain' dari Pancasila sudah tidak berlaku disini :)

Tiap individu dilahirkan bebas, karena kita adalah jiwa bebas, walaupun kita sudah terikat dengan kehidupan manusia, kebebasan itu tetap ada, memang dibatasi dengan tali-tali norma agar kita tetap berada pada jalur yang benar, tapi jangan sampai kehilangan kebahagiaan sejati walau berada dalam lingkaran itu..dan itu hanya bisa dirasakan dari hati dan disikapi dengan rendah hati.


Berpasangan engkau telah diciptakan
dan selamanya engkau akan berpasangan
Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu
Tempat angin surga menari-nari diantaramu

- Kahlil Gibran -


No comments: