Tuesday, September 11, 2012

Sherwood

Namanya Sherwood. Salah satu penghuni kelas TK A di sekolah 3 bahasa. Sherwood ranselnya berwarna hijau muda terang campur kuning, kombinasi warna kesukaanku. Matanya kecil sipit ujungnya sedikit naik. Dia suka tertawa terkekeh-kekeh sampai matanya yang sipit itu menghilang. Sherwood sulit sekali ditebak. Hari ini dia bisa saja datang ke sekolah dengan berlari kecil penuh semangat menuju kelasnya. Hari esok dia bisa saja datang terkantuk-kantuk dan mengacau seluruh isi kelasnya. Mengacau? yah begitulah pikir beberapa orang, entah orang kecil entah orang besar. Sherwood suka sekali menggambar dan menata mainan, walau hari itu pelajaran menulis. Sherwood gemar bersembunyi di bawah meja, walau saat itu bukan pelajaran petak umpet. Sherwood terkadang mengubah jam makan di siang hari  menjadi jam pertama hanya karena dia merasa lapar. Kalau sudah begitu laoshi akan mengajaknya berkeliling sekolah sekedar menyenangkan atau menenangkan hatinya..entahlah..

 

Sherwood punya prinsip 'lu jual, gue beli'..artinya siapapun yang berani memulai mengganggu tepatnya memukulnya..dia pasti melakukan hal yang sama. Prinsip si Sherwood ini mengundang banyak kekhawatiran terutama yang menjadi korban. Akhirnya kekhawatiran itu berubah menjadi kegalauan massa yang mengarah kepada Sherwood. Suatu hari laoshi menemukan Sherwood bersembunyi di bawah mejanya, menangis ketakutan dan dengan berbekas cengkeraman merah di lehernya. Nobody knows who did it. Nobody knows what's going on. Yang sayang sama Sherwood pasti menangis, yang tidak tentu saja menghakimi. Akhirnya Sherwood harus pindah sekolah, demi kebaikan semua pihak. Entah apa benar begitu. Aku tidak mengerti cara mengajar, ilmu psikologi anak, penyakit autis, undang-undang kekerasan, peraturan sekolah dan sebagainya. Yang aku tahu Sherwood dan milyaran anak di dunia ini berhak mendapatkan cinta sejak mereka hadir di rahim ibunya. Selalu ada sebab akibat dari semua ini, tak semua orang tahu, termasuk orang tua, laoshi, dan masih banyak lagi. Sherwood hanya menjalani tugasnya sebagai anak kecil, hatinya siapa yang tahu atau peduli.. Goodbye Sherwood. Nice to know you my dear..time will tell everything.. Aku ngga akan bisa melihat kamu berlari-lari di koridor sekolah lagi.. Tapi tak ada yang kusesali dari pertemanan kita..karena aku selalu membisikkan 'I love u' di setiap perjumpaan kita.. See u again my liitle boyfriend..


No comments: