Namanya Sherwood. Salah satu penghuni kelas TK A di sekolah 3 bahasa.
Sherwood ranselnya berwarna hijau muda terang campur kuning, kombinasi warna
kesukaanku. Matanya kecil sipit ujungnya sedikit naik. Dia suka tertawa
terkekeh-kekeh sampai matanya yang sipit itu menghilang. Sherwood sulit
sekali ditebak. Hari ini dia bisa saja datang ke sekolah dengan berlari
kecil penuh semangat menuju kelasnya. Hari esok dia bisa saja datang
terkantuk-kantuk dan mengacau seluruh isi kelasnya. Mengacau? yah
begitulah pikir beberapa orang, entah orang kecil entah orang besar.
Sherwood suka sekali menggambar dan menata mainan, walau hari itu
pelajaran menulis. Sherwood gemar bersembunyi di bawah meja, walau saat
itu bukan pelajaran petak umpet. Sherwood terkadang mengubah jam makan
di siang hari menjadi jam pertama hanya karena dia merasa lapar. Kalau
sudah begitu laoshi akan mengajaknya berkeliling sekolah sekedar
menyenangkan atau menenangkan hatinya..entahlah..
Sherwood punya prinsip
'lu jual, gue beli'..artinya siapapun yang berani memulai mengganggu tepatnya
memukulnya..dia pasti melakukan hal yang sama. Prinsip si Sherwood ini
mengundang banyak kekhawatiran terutama yang menjadi korban. Akhirnya
kekhawatiran itu berubah menjadi kegalauan massa yang mengarah kepada
Sherwood. Suatu hari laoshi menemukan Sherwood bersembunyi di bawah
mejanya, menangis ketakutan dan dengan berbekas cengkeraman merah di
lehernya. Nobody knows who did it. Nobody knows what's going on. Yang sayang sama Sherwood pasti
menangis, yang tidak tentu saja menghakimi. Akhirnya Sherwood harus
pindah sekolah, demi kebaikan semua pihak. Entah apa benar begitu. Aku
tidak mengerti cara mengajar, ilmu psikologi anak, penyakit autis,
undang-undang kekerasan, peraturan sekolah dan sebagainya. Yang aku tahu
Sherwood dan milyaran anak di dunia ini berhak mendapatkan cinta sejak
mereka hadir di rahim ibunya. Selalu ada sebab akibat dari semua ini,
tak semua orang tahu, termasuk orang tua, laoshi, dan masih banyak lagi.
Sherwood hanya menjalani tugasnya sebagai anak kecil, hatinya siapa
yang tahu atau peduli.. Goodbye Sherwood. Nice to know you my dear..time will tell
everything.. Aku ngga akan bisa melihat kamu berlari-lari di koridor
sekolah lagi.. Tapi tak ada yang kusesali dari pertemanan kita..karena
aku selalu membisikkan 'I love u' di setiap perjumpaan kita.. See u
again my liitle boyfriend..


No comments:
Post a Comment